Mengaji Iqra di Perth November 3, 2009
Posted by Tri AB in Living.trackback
Sungguh senang bila kesempatan bagi anak-anak untuk bersekolah di Perth juga bisa diimbangi dengan kesempatan untuk menjaga kualitas pendidikan keagamaan yang telah mereka peroleh sebelumnya di Indonesia. Dan ternyata, di Perth hal ini tidak merupakan keinginan doang! Ada pengajian Iqra untuk anak-anak Indonesia setiap hari Minggu di Mushala Curtin University!
Sebelumnya saya memang sudah bersepakat dengan keluarga untuk tetap menjaga pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Apalagi anak-anak bersekolah di SD negeri, yang tidak ada pendidikan agama sama sekali. Pada awal-awal kedatangan di Perth tanggal 14 Oktober, saya sih sudah mendengar kabar-kabar jika ada pengajian untuk anak-anak. Hanya saja tempat dan waktunya belum tahu pasti. Dan sayangnya ketika ditanyakan ke teman-teman Murdoch, mereka juga tidak tahu pasti.
Kebetulan saya ikutan milis AIPPSA (Asosiasi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Perth). Dan melalui milis inilah, saya mendapat kejelasan kabar mengenai pengajian tersebut. Pengajian ini khusus membelajarkan IQRA untuk anak-anak, meskipun ada beberapa materi tambahan yang berguna untuk mengisi waktu sela sebelum anak-anak mendapat giliran membaca. TPA Qurrata A’yun, begitulah namanya dan bisa dikontak di email <tpa.qurrataayun@ gmail.com>.
TPA Qurrata A’yun bertempat di Mushola Curtin, di gedung (portable) 510, di dekat pintu masuk dari arah Manning Rd.
TPA ini dikelola oleh teman-teman di Curtin dengan contact person Kak Ira (0401416643) atau Kak Vienna Alifa (0431813731). Pembimbingan belajar Iqra bagi anak-anak laki-laki di lakukan oleh Kak Taufiq, Kak Roy, Kak Herry dan Kak Anto. Kegiatan belajar di TPA Qurrata ‘Ayun diadakan pada pukul 10.00 pagi setiap hari Minggu bertempat di Musholla Curtin.
Sebelum memulai belajar, anak-anak dikumpulkan dalam satu kelompok untuk mendapatkan ceramah singkat. Kadang-kadang lucu juga mendengar respon anak-anak ketika ditanya. Misalnya saja minggu lalu, Kak Roy menanyakan kira-kira apa saja tindakan yang tidak boleh dilakukan di rumah? …hehehe…ada yang menjawab,”mengintip!”, kontan saja semua peserta dan orang tua pendamping tersenyum-senyum simpul.
Cara belajar iqra dengan pembimbingan perorangan secara bergiliran dan kelihatan informal. Wajar saja jika kakak-kakak pengasuh TPA menempuh cara demikian, mengingat hampir semua peserta memiliki level penguasaan iqra yang berbeda-beda.
Selamat berjuang di jalan Allah untuk kakak-kakak pengasuh TPA. Dan semoga kita dapat senantiasa membekali anak-anak kita dengan ilmu yang baik dan bermanfaat sehingga mereka dapat menjadi qurrata a’yun!
Ayo Afkar, jangan kalah dengan temen-temanmu yang sedang belajar Iqra dan Quran di sekolahmu terdahulu!




Comments»
No comments yet — be the first.