Service HP Compaq Laptop in Perth, keyboard mati November 7, 2009
Posted by Tri AB in My Gadget.trackback
Sebenarnya apa yang ingin saya ceritakan berikut ini bukanlah problem yang terjadi pada laptop milik saya. Kebetulan ada teman sekampus Murdoch yang belum lama membeli laptop HP Compaq CQ60 tapi tidak lama kemudian terjadi masalah pada keyboard. Keyboard sama sekali tidak memberikan respon ketika diketikkan kunci apapun. Pasti berabe-lah, ibarat orang, keyboard kan layaknya mulut untuk bicara. Kalau masalah seperti ini terjadi, pasti kepanikan melanda. Apalagi jika saatnya deadline assignment atau laporan segera datang, wah..bisa stress deh. Dinegeri orang seperti Aussie ini, gimana cara mau service laptop? Meskipun ada repair center pun, pasti kepikir besarnya dana yang mesti dikeluarkan…hehehehe.
Untungnya, semua laptop yang dijual di toko resmi seperti Dick Smith, Harvey Norman dsb, dilengkapi dengan waranty. Kalau ada masalah masih bisa mengandalkan jasa perbaikan dan penggantian parts dari vendornya. Persoalannya, dimana? dan apakah secepat respon penanganan repair center di Jakarta? Belum lagi masalah kendala bahasa jika mesti bicara sana sini.
Teman kita ini kira-kira mengalami situasi seperti di atas, dan begitu tahu kalau saya tuh orang IT, ya..he came to me and asked for a help. Well, tak apelah…it may be good for me as well, bisa mendapatkan case baru mengenai persoalan laptop. Singkat cerita, nih laptop sudah di tangan. Bagi semua anak IT, respon P3K untuk penyakit ini pastilah lari ke driver. Saya juga berpikir demikian dong. Tapi sebelum lanjut, kira-kira beginilah tampang si Compaq CQ60.
Rupanya HP Australia punya Service Center, yang bisa dihubungi di nomor 13 10 47. Setelah memilih nomor yang sesuai, kita akan dihubungkan dengan CSO (Customer Service Officer), …mereka bilangnya si consultant. Sebelum mulai melayani, dia menanyakan serial number dan product number laptop ini. S/N dan P/N tertera pada stiker di balik laptop.
Pada kesempatan call yang pertama, si CSO ini menyarankan saya untuk melakukan dua hal yang mungkin bisa menyembuhkan penyakit keyboard mati, yaitu re-install driver dan system restore.
Re-install driver bisa dilakukan dengan mudah dari menu Device Manager, yang bisa kita akses dari Computer -> Properties.
Kita bisa melakukan update driver, atau bisa juga kita uninstall saja. Jika kita lakukan pilih yang kedua ini, maka secara otomatis, pada saat restart, driver keyboard akan diinstall oleh recover manager laptop ini. Rupanya langkah ini tidak menyelesaikan masalah. Jadi, lanjut…dengan system restore. Menu System Restore bisa kita akses dari Accessories->System Tools->System Restore. Kemudian kita pilih tanggal kondisi laptop dimana kita yakin berada dalam kondisi bekerja baik. Dan, rupanya langkah ini tidak menyelesaikan persoalan juga! Waktu itu, karena System Restore memerlukan waktu yang cukup lama untuk selesai, si CSO hang up dan berjanji menelpon balik. Dia memberikan case reference number, yang berguna untuk melihat persoalan yang telah saya submit. Tapi, sampai sore saya tunggu tidak juga ditelpon. Ya sudahlah…it’s enough for the day!
Hari berikutnya, saya menelopon mereka lagi. Kali ini CSO menyarankan langkah yang sama, tetapi tentu saja saya berikan case reference number serta langkah-langkah yang sudah saya lakukan. Dia menyarankan kemungkinan solusi lain, yaitu Static Electricity Removal, BIOS update dan System Recovery. Ketika dia men-guide saya untuk melakukan Static Removal, saya berpura-pura saja mengikutinya. Males ah, … mesti buka-buka baterai! Saya pikir nggak ada gunanya, karena toh laptop sudah dimatikan berkali-kali juga! Dalam hal BIOS update, laptop mesti terhubung internet. Wah…nggak bisa nih, karena di kampus internet di peg dengan MAC Address. Jadi, mesti download BIOS pakai komputer lain kemudian di flash-kan di laptop ini. Saya tak lakukan langkah ini, karena ribet…nanti aja lah, pikir saya. Kemudian, System Recovery, ..wah..yang ini mesti melakukan backup data dulu, karena akan memformat ulang hardisk. Mana berani? Nih komputer teman jangan-jangan berisi data skripsi, bisa berabe nanti…! Ya udah deh, hari itu berlalu tanpa solusi. Tapi, sewaktu si CSO ini hang up, dia bilang bahwa garansi laptop ini masih berlaku sampai Agustus 2010, dan jika semua langkah perbaikan yang disarankan tidak berhasil, kemungkinan besar terjadi keyboard hardware failure dan jika benar demikian, HP akan menggantinya secara gratis!
Hari berikutnya, saya coba kontak HP Technician melalui online chat, yang tersedia di: http://welcome.hp.com/country/us/en/contact/chat_1.html. Si teknisi ini menyarankan hal yang sama, yaitu langkah pertama berupa Static Electricity Removal. Kali ini saya bersedia melakukan langkah ini dan….yes! ternyata keyboard langsung hidup normal! So, the problem is over!
Jadi, teknisi tadi menjelaskan bahwa setelah dipakai beberapa lama, bisa terjadi penumpukan arus listrik statis yang bisa memgakibatkan efek arus pendek pada komponen laptop, misalnya keyboard. Cara melakukan Static Electricity Removal sangat mudah, yaitu dengan mematikan laptop dulu. Kemudian, diikuti dengan pelepasan baterai dan membiarkan laptop hidup dengan power supply dari colokan listrik dinding.
Jadi, kalau saya runut penyelesaian persoalan keyboard laptop tak berfungsi, ada beberapa kemungkinan solusi yang mesti di coba jalankan:
- Static Electricity Removal
- Driver Re-install
- System Restore
- System Recovery
- BIOS Update
Jika kelima kemungkinan solusi tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka bisa jadi keyboard memang mengalami hardware failure. Dan dalam kondisi seperti ini, tidak ada jalan lain kecuali mengganti keyboard!
Moga-moga posting ini bisa membantu teman-teman jika mempunyai masalah yang sama!



baguuss itw
makasih Mas Ari, telah mengunjungi blog saya. cheers (Tri)
sippppp sami kalian masalahi kulo….
maos niki mugi2 laptope kawulo dadoss…
amiiiiin
kalo lcd pecah bisa ngak heheeeee…..nick anaku di smekdon….
Hahahaha…kirim aja ke David Cooperfield…gimana sudah kerasan di Bangka? wah..jadi Laskar Pelangi dong..