jump to navigation

Karakter Lalu-lintas Bermobil di Perth December 8, 2009

Posted by Tri AB in Living.
trackback

Setelah membawa mobil kurang lebih dua bulan ini, saya mulai merasakan perbedaan cara berlalu-lintas di jalan-jalan Perth Metro. Yang jelas, kita tidak bisa JJS “jalan-jalan sore” keliling-liling kota pakai mobil! Jangankan keliling-liling kota, bahkan mau lihat-lihat perumahan-perumahan dengan santai saja amat susah. Bukan karena lalu-lintasnya padat, tetapi karena kita tidak bisa bawa mobil jalan pelan-pelan santai. Ini yang kadang-kadang menjadi kerinduan tersendiri terhadap suasana dan atmosfer kehidupan di tanah air.

Teman-teman pastilah pernah bawa mobil sekeluarga, jalan pelan-pelan sambil ngobrol asik menuju ke tempat jajan atau makan. Asiknya, kita bisa menikmati suasana dan melihat-lihat pemandangan. Pokoknya asik deh! Dan semua pengendara yang di belakang atau di depan kita juga sudah mafhum, sehingga kita tenang-tenang saja. Nggak akan ada yang nge-bel atau sewot! Apalagi kalo bawa mobil baru gress dari showroom, heheheheh…sekalian bisa dilihat-lihatin ke orang-orang kan.

Tapi kalau berani, coba saja melakukan hal yang sama di sini! Situasinya sungguh lain!

Meskipun secara internasional peraturan lalu-lintas mestinya sama, tetapi rupanya budaya setempat sangat mempengaruhi bagaimana orang menggunakan jalan.  Yang saya rasakan di Indo:

  1. Jalan adalah tempat apa saja lewat
  2. Jalan adalah pasar
  3. Jalan adalah arena
  4. Lalu-lintas perlu di atur oleh orang (polisi)

Akibat buruknya tentu saja lalu-lintas jadi semrawut. Bayangkan saja di jalan yang sama, kendaraan dengan kecepatan 5 km/jam seperti kereta tarik (songkro) punya jalur yang sama dengan mobil berkecepatan 60-70 km/jam. Pastilah semuanya jadi melambat. Belum lagi orang-orang yang lalu-lalang menyeberang seenaknya. Dan juga, kelambatan dari mereka yang sedang jalan-jalan. Ditambah dengan berbagai kaki-lima dan toko-toko yang halaman dan tempat parkirnya adalah jalan itu sendiri. Tapi, keadaan itu malah menciptakan suasana khas Indonesia yang kadang-kadang enak dinikmati juga! hehehehe…

Di Perth sini:

  1. Jalan adalah tempat transit point to point
  2. Jalan adalah tempat yang mengancam keselamatan
  3. Jalan adalah arus yang konstan dan lancar
  4. Lalu-lintas adalah self-governed!

Saya mengamati bahwa cara orang membawa mobil di sini sangat berbeda, sebagai contoh:

  1. Orang hanya melihat dirinya sendiri dengan asumsi setiap orang mengerti peraturan lalu-lintas. Beda dengan di Indo dimana semua orang waspada dan mau memperhatikan pengendara lain. Misalnya, kalau membawa mobil jalan lurus, di sini orang tidak akan peduli dengan kendaraan-kendaraan lain yang bukan di arus utama, sedangkan di Indo setiap pengemudi pasti selalu bersiap-siap dengan mobil atau orang membelok tiba-tiba, menyeberang, berhenti dsb dsb.
  2. Orang mengemudi tepat dengan spesikasi dan peraturan yang ada di jalan. Misalnya, di lampu merah, begitu tanda lampu hijau menyala, mobil akan dipacu sekencang-kencangnya untuk segera memenuhi batas maksimal kecepatan di jalan tersebut. Beda dengan di Indo, walaupun lampu sudah hijau, orang tidak segera tancap gas, waspada terhadap keadaan didepannya. Contoh lain, di jalan yang berambu 70 km/hr, mobil-mobil akan dipacu disekitar kecepatan tersebut, tidak perduli di jalur kiri, tengah atau kanan. Di Indo, jalur kiri pasti adalah jalur lambat dan orang bisa menjalankan kendaraan seselara mereka.
  3. Karena ingin sesuai dengan spesikasi dan peraturan jalan, maka cara bermanuver pengemudi di sini juga lain. Yang jelas diperlukan mobil dengan kondisi mesin yang prima supaya bisa mengimbangi cara bermanuver orang sini, atau akan menerima sinyal sewot dan bunyi bel. Misalnya, kita sedang di arus utama, terus kita lihat ada mobil dari arus kecil mau ke arus utama. Tentu saja posisi kita di prioritaskan dan harus jalan terus, tetapi kadang-kadang cara menghentikan mobil mereka tuh kayak tiba-tiba, sehingga bisa bikin kita kaget. Tuh mobil akan berhenti kagak..?
  4. Lalu-lintas di sini hampir semuanya self-governed! Teratur dengan sendirinya! Beda dengan di Indo, dimana lalu-lintas mesti diatur oleh polisi. Bahkan banyak perempatan, pertigaan dan putaran yang diatur oleh ‘pak ogah’. Di sini, jalan-jalan telah di beri marka dan tanda untuk mengatur pengemudi, misalnya roundabout, full stop, give way, dsb dsb. Bahkan jalan yang sebenarnya bisa untuk empat lajur, sering di bikin tanda berjalur dua untuk memastikan bahwa semua mobil berjalan dengan kecepatan yang kira-kira sama.

Jika saya amati respon dari teman-teman, kondisi lalu-lintas seperti ini memunculkan dua sikap. Ada yang tadinya berani mengemudi di Indo menjadi tidak berani mengemudi di sini, dan kebalikannya yang tadinya tidak berani membawa mobil malah menjadi senang mengemudi di sini. Mungkin bagi kelompok pertama, cara bermanuver dan tuntutan kesempurnaan ketaatan terhadap peraturan jalan dan lalu-lintas lah yang membuat tingkat stress cukup tinggi sehingga akhirnya malah tidak berani membawa mobil. Sebaliknya bagi kelompok kedua, karena semua peraturan jelas dan tegas, ya..santai aja bawa mobil, insyaallah selamat!

Bagi saya sendiri, situasi di atas sih oke-oke saja dan bahkan sangat reasonable. Tinggal diikuti saja! Tetapi, memang cara bermanuvernya cukup challenging juga alias agak-agak maksa, kadang-kadang sedikit stress juga jika mesti konstan berjalan 100 km/hr di jalan tol antar kota. Wadaw…! Pertama, karena mobil saya adalah mobil tua Toyota Corolla CS AE92 tahun 1991. Kedua, karena saya sudah biasa bawa mobil dengan ’slow but sure atawa alon-alon asal kelakon’, karena kemana-mana selalu bawa keluarga berlima!

Begitulah, sedikit kesan saya terhadap cara berlalu-lintas di Perth. Insyaallah supaya selamat, nyaman dan lancar, kita mesti paham dengan semua peraturan jalan dan lalu-lintas dan punya mobil dengan kondisi mekanis yang baik. Bagi yang akan membeli mobil, pastikan kondisi mesin, transmisi dan rem dalam keadaan bagus. Kondisi body taruh saja di nomor ke-n, tidak penting dan tidak ada orang peduli. Pengemudi lain lebih concern dengan cara bermanuver kita! Bagi yang belum pernah menyetir, wah…ini kesempatan bagus untuk bisa berlalu-lintas membawa mobil dengan mudah dan selamat. Bagi yang sudah biasa menaklukkan lalu-lintas Jakarta-Surabaya, tidak ada tantangan lagi di Perth!

Comments»

1. Toyota Corolla – 1991-1994 Review dan Pengalaman Pribadi « Luxurious PhD Time in Perth - December 9, 2009

[...] demikian? Dalam posting saya terdahulu mengenai karakter berlalu-lintas di Perth (http://dikopertis3.wordpress.com/2009/12/08/karakter-lalu-lintas-bermobil-di-perth/), concern utama pengemudi adalah kemampuan bermanuver! Bagi teman-teman yang anggarannya cepak, [...]

2. Hesty Utami - February 15, 2010

Assalamualaikum
Perkenalkan saya hesty utami. Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa dr ADS utk ambil PhD di Curtin . Saya mau tanya bagaimana caranya agar saya dapat bergabung dgn milis student di Curtin karena saya membutuhkan banyak sekali informasi@ Saya juga berencana bawa anak yg masih 2 tahun, apakah ada info childcare yg affordable?
Terima kasih dan waalaikumsalam

Tri AB - February 15, 2010

Waalaikum salam, terimakasih telah membaca blog saya, dan selamat ya mbak telah menjadi “the chosen people”. Untuk gabung dengan milis Curtin, saya telah mengirim permintaan gabung milis ke moderatornya. Tapi kalau mbak Hesty mau menghubunginya sendiri, silahkan dengan Bayu di bayu_sangka@yahoo.com.

Mengenai Child Care,wah….kalau student ADS sih tenang-tenang aja lah. Semua Child Care akan memberikan child care benefit kepada student ADS sehingga bisa mendapatkan discount yang besar. Di kompleks kampus Curtin ada koq childcare-nya, dan student Curtin biasanya juga menaruh anak-anaknya di sana.

Cheers, Tri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.