About
PhD time is a luxury since we have time to THINK and to WRITE. It’s not easy to spend time for thinking and writing in our work, whether we an academician, administrator or professional; and in fact not everybody can afford it! I would like to invite everybody reading these blog pages to share how this luxurious time is trully meaningful and fruitful for our community and humanity.
My name, Tri AB, bukan AB Three. But, yes…some of my friends called me p3. Binus University origin. IT enthusiast, but love tranquility! Hoping and willing to conduct friendly civic duty. Masih punya sedikit idealisme untuk ikut memajukan bangsa, at my way. Senang kalau semuanya bisa bahu-membahu membangun a glorious future, for any people living in Tanah Ibu Pertiwi!

Dear Tri,
Apa kabar? Salam kenal. Saya di Perth, kuliah di ECU, pendatang baru juga. Mau tanya alamat milis AIPPSA. Browsing nggak ketemu, euy. Thank, ya.
Ud
Halo Pak Usep Suhud, salam kenal juga. Kita senang kalau ada teman baru datang pak, welcome! Milis AIPSSA di the-aipssa@yahoogroups.com. Untuk mendaftar jadi anggota milis bisa mengirim email ke alamat tersebut atau menghubungi moderator milis, rekan Bayu Sangka di bayu_sangka@yahoo.com. Selamat bergabung pak, insyaallah banyak info yang berguna.
Wah mantap pak blognya!
Jangan pernah berhenti menulis pak!
G’Day Mate!
Heheheh….pasti Mate! “tak makan nasi tak apa-apa, asal pena tak kering tinta…” Cheers.
Great blog pak Tri, very helpful for Perth new comers and for myself: bringing back nice – luxurious time as a PhD student in Perth.
Mungkin bisa ditambahkan untuk edisi selanjutnya info tentang komunitas/aktivitas sosial yang bisa diikuti, i.e., pengajian ibu-ibu tiap sabtu (milis di jendela hati), pengajian rutin, aipssa dsb.
Salam hangat untuk keluarga.
Watik
Terimakasih Bu Watik, nanti akan saya kumpulkan informasi seperlunya supaya topik kegiatan komunitas bisa terliput. Saya merasa komunitas Indonesia di Perth cukup hangat, bersahabat, aktif dan saya merasa senang bisa berada di dalamnya.
Salam juga untuk Bu Watik dan keluarga.
Sangat membantu utk pelajar pendatang baru di Perth, sukses pak Tri.
Senang bisa berkenalan dgn keluarga, meski baru di blog.
nur
Terimakasih Mbak Nur, saya sangat senang jika info-info tersebut bisa bermanfaat. Salam kenal dan moga-moga bisa sharing ideas di waktu lain. Cheers.
salam kenal mas Tri AB,
koment dikit utk PEECS, dulu begitu saya masuk ke bumi Perth, saya merasakan sekali manfaat ngikutin symposium ini… jadi seperti mas Tri itu lah perasaannya: mbombong ati, dan juga utk melatih presentasi kita… jadi memang acara nya itu judul nya Postgrade symposium, bukan penelitian top markotop..
Tapi, ada bbrp temen yg akhirnya bisa lolosin ke IEEE Transactions lho mas dari symposium sekelas itu, Master program lagi… dari computing Curtin Uni… siip dah kalo itu…
Jadi, sebelum nanti memulai perjalanan menjelajah Australia, tak ada salahnya ikut kegiatan tahunan ini, paling tidak jadi tahu 4 uni di WA: UWA, ECU, CURTIN, MURDOCH…
salam
goes
https://sites.google.com/site/aasetiawansite/
Halo mas Ahmad Agus, terimakasih dan salam kenal juga. Wah, senang saya bisa ketemu rekan alumni, saya juga dari UGM koq, Teknik Nuklir angkatan 88, sekarang jadi TF ya…salam deh untuk teman-teman di sana, Balza Ahmad, Anung Muharini, Kutut, Agus Arif, dsb dsb…
Dear Pak Tri,
Tulisan njenengan mengenai beasiswa Dikti saya anggap sebagai sifat tipikal wong Jowo yang nrimo, dengan mencari pembenaran atas sikapnya itu, hehehe.
Saya sangat terbantu dengan tulisans Pak Tri.
Terima kasih banyak.
Salam,
anwar
hahahaha….matur suwun telah mengunjungi blog saya. Memang begitulah, saya dari Purwodadi Semarang, di saat kita berada pada situasi yang tidak mungkin kita kontrol, lebih baik mencari justifikasi supaya tetap bersemangat. Salam kenal Mas Anwar.
Pak Tri, blognya sangat membantu bagi penerima beasiswa dikti yang akan ke PErth.
Saya alhamd sudah lolos beasiswa dikti tahun 2010 ini dan insya Allah akan berangkat ke Curtin.
Dlm blog bpk pernah dibahas tentang harapan bpk muchlas samani ttg maraknya publikasi jurnal inetrnasional…tapi saya dengar aturan terbaru, yang sedang S3 tidak dihitung kum penelitiannya. jadi mungkin agak terhambat ya publikasi ini, krn dosen2 cenderung akan pulang dulu, urus aktif kembali, baru coba2 kirim ke jurnal intl…jadi penelitiannya mungkin sudah kurang up to date dan dosen jadicenderung tidak produktif…apa bpk pernah dengar ttg aturan baru ini? trims sebelumnya
yeni
Hi Mbak Yeni, selamat ya telah terpilih. Moga-moga lancar pengurusan beasiswanya dan bisa segera berangkat. Setahu saya jika PNS fungsional sedang bertugas belajar, maka statusnya menjadi tenaga administratif sehingga hasil karya fungsionalnya tidak bisa di nilaikan. Cuman waktu itu, Pak Muchlas sempat melontarkan hal publikasi tersebut, yang memungkinkan penilaian atas karya publikasi selama tugas belajar. Tetapi saya tidak tahu pasti jika pernyataan Pak Muchlas sudah dioperasionalkan menjadi ketentuan baru atau sebatas wacana. Salam.
Salam kenal pak, saya sama dengan mbak Yeni, saya juga salah satu penerima beasiswa Dikti tahun 2010 , insya alloh saya berencana berangkat setelah lebaran saja. Btw, saya berencana mengajak anak saya yang masih usia 2 tahun untuk ikut, tapi suami tidak bisa menemani karena di PNS didepartment lain, jadi rencana mau single parent, barangkali bapak punya info fasilitas CCB bagi penerima beasiswa Dikti, Thanks pak, this blog is very helpful.
Hi Mbak Wiyli, keberangkatan setelah lebaran sangat tepat karena dana beasiswa insyaallah sudah di tangan. Selamat deh! Pemegang visa class 574 seperti mahasiswa DIKTI tidak entitled untuk memperoleh CCB, tetapi jika bisa mendapat seat di Child Care di kampus, biasanya ada discounted rate. Jadi, yah…hehehe…musti luangin dikit waktu untuk kerja parttime buat sponsorin anak.
kulo nuwun…
ikut nimbrung ah.. kemaren pas ada acara monev dikti di perth, -pak tri gak hadir – sempat ada pertanyaan seperti itu. informasi yg beredar masih simpang siur. ada temen dari surabaya yg bilang bahwa publikasi ilmiah selama study, tidak dihitung secara individu / kum sudah digabung dengan ijazah. namun temen dari semarang, mengatakan hal yang berbeda, publikasi ilmiah tetap dinilai tersendiri.
kalau dari sudut pandang saya sih, aturan yg ada saat ini bisa saja berganti. namun, jangan karena ada aturan ini, mengakibatkan kita jadi nglokro dan tidak produktif.. toh publikasi ilmiah tidak hanya untuk mengejar kenaikan pangkat kan.. hehe..
tetap semangat….
salam
Bener mas Bayu, setuju! Entah ada aturan penghitungan publikasi sewaktu menempuh PhD atau tidak, toh mau tidak mau kita tetap harus publish. Paling tidak supaya proses external examination kita menjadi lebih mudah.
Hi p3,
i guess it was u at Bateman’s school assembly last Friday morning with the videocam. i enjoy reading your reviews & look forward to meeting you & your famaily the next time I drop in at Bateman.
salam kenal pak tri… saya menikmati kisah perjalanan anda ke perth.. karena juga menjadi impian kami (saya dan istri) untuk melanjutkan s3 di luar negeri… kalau berkenan memberi info lebih melalui private messgr, saya akan merasa berterimakasih sekali (djoko.widodo@yahoo.co.id)
Hallo Pak Fahmi, salam kenal juga. Terimkasih telah membaca blog saya (yang jarang updated hehehe…), dan Semoga impiannya segera tercapai. Silahkan kalau ada hal yang ingin ditanyakan dan saya bisa membantunya, email saya di tabudi@gmail.com atau t.budiono@murdoch.edu.au. Cheers!
Halo Pak Tri, apa kabar? Saya Resa dari binus inter, dulu pernah diajar OOP sama Pak Tri. Masih inget saya ga pak? haha. Februari ini saya ke Murdoch, ikut program double degreenya binus. Mungkin nanti kita bisa ketemu lagi ya pak.Good luck buat PhD nya n sukses buat blognya ya pak.
Halo Resa, wah…bisa ketemu lagi dong nanti. Selamat deh, dan jangan lupa persiapan yang matang. Cheers, Tri
Halo Pak,
Wah hebat blognya saya warga baru jadi bisa belajar:)
Pak adakah informasi tentang yg tempat belajar bhs Arab dan cina buat anak2 pak, gak usah yg private tepi semi-private lets say 2-3 anak tg diajar jd biayanya gak muahalll hehhe krn kalo public katanya 1 kali seminggu aja wah blm cukup deh kayaknya.
Pak, bolehkah saya undang bapak dan keluarga untuk sekedar ‘nyemil’ ditempat saya so kita bisa cerita panjang kali lebar, alamat saya di facebook indah iinpinon
Halo Mbak Indah,
Terimakasih telah mengunjungi blog saya. Saya kira, banyak tempat dan cara untuk bisa mengikuti kursus bhs Arab atau Mandarin, dari yang amatiran sampai formal. Coba googling aja dengan keyword learning arab/mandarin in perth, pasti ketemu banyak pilihan. Bisa juga dengan posting tutor required di situs gumtree atau pert exchange, pasti banyak yang bales. Boleh juga kalau Mbak Indah berkenan mengundang kami, dengan senang hati kami akan datang. No. HP saya: 0410803391, silahkan sms atau call jika ada yang ingin ditanyakan. Salam, Tri dan kel.
Pak Tri…saya Titien Soebari, Ketua bidang Akademik AIPSSA, sudah tahukah panjenengan termasuk dalam bidang akademik? Saya sdh coba kontak ke milis tapi belum ada respon…Sdh join milis pengurus belom? Kalau belum, join ya..dan kita segera rapat online untuk membahas program kerja…trims…
halo Mbak Titien, saya sudah ikutan milis koq, ikutin terus perkembangannya. Senang lihat rekan-rekan punyak banyak ide dan kegiatan, tapi mengingat situasinya saya belum bisa turut aktif.
Salam kenal Pak Tri,
Saya Erna, dari Jogja, tapi ngajar di Unpad, Bandung. Saya penerima beasiswa DIKTI gelombang 5 2011 utk belajar S3 di ANU.
Dari beberapa cerita orang ttg beasiswa DIKTI kok sepertinya saya jadi mrinding ya Pak. katanya monthly allowancenya dikit, sering telat, waduw…
Tapi membaca blog Pak Tri ini saya kok agak ayem. sebetulnya bisa ya Pak hidup tenang dg beasiswa DIKTI? Bagaimana Pak cara struggle yang tepat? Oya, benarkah kita harus ada dana di account kita sebesar 63 juta sbg syarat pengajuan visa jika suami/anak akan ikut ke Australia? mohon bersedia share ilmunya
Trims
Erna
Halo Erna, salam kenal juga dan terimakasih telah mengunjungi blog saya. Selamat ya, pasti senang mau sekolah lagi, ke luar negeri pula. Dengan beasiswa DIKTI, jika si student berangkat sendirian, sebenarnya bisa untuk hidup layak. Tapi, jika membawa keluarga, stipend yang sebesar 1750 AUD per bulan sangat mepet, bahkan sering tidak cukup. Biaya pengeluaran untuk keluarga sekitar 2000-2500 AUD per bulan. Kekurangannya mesti kita cari dengan bekerja part time. Pasti Erna sudah sering mendengar jika student Indonesia di Australia terkenal suka bekerja casual, ya..mau nggak mau, supaya semua kebutuhan tercukupi. It’s OK, everybody’s doing it!
Dana beasiswa memang pasti telat, bisa 3-4 bulan dari jadwal pencairan. Supaya tidak terlalu struggle di awal-awal studi, sebaiknya kita siapkan dana cadangan pribadi, sekitar 80 jutaan, abis gimana, nggak ada cara lain. Soalnya, kita juga nggak tahu kapan kita bisa mendapatkan pekerjaan, just in case.
Untuk apply visa, terutama visa dependent (keluarga) memang kita mesti melampirkan bukti keuangan berupa rekening koran, jumlahnya relatif (60-200 jutaan). Sebaiknya Erna minta surat dukungan pendanaan dari universitas (untuk formalitas saja), supaya bukti keuangan lebih kuat. Untuk bisa student sendiri, biasanya bukti keuangan cukup dengan surat sponsorship (beasiswa).
Semoga membantu, Salam.
Trims atas ifonya Pak Tri.
Di persyaratan visa skrg diminta harus ada account sejumlah 6300$ utk dependant. Memang bisa ya Pak meminta dukungan surat dari univ utk dukungan keuangan? Pak tri ada contohnya kah? Kalau ada bolehkan saya menirunya
Oya, kira-kira pekerjaan seperti apa yah kalau utk student? dulu Pak Tri dan istri kerja apa saja waktu pertama datang? Suami saya akan menyusul, kami belum punya anak. rencananya suami akan bekerja. Maaf ya Pak, saya banyak tanya, maklum, khawatir. hehehe
Trims sebelumnya.
Oh..ok, makes sense sih, 63 jt kejangkau lah…(bisa pinjem juga dulu koq…hehehe). Surat dukungan dana bisa aja diminta, tergantung universitasnya, mestinya asal kita kenal dengan key-personnya, bisa lah surat itu dibuat. Kan, cuman formalitas aja, univ sama sekali nggak keluar uang. Saya ada contohnya, boleh aja, nanti saya attach ke email, mbak erna kirim email blank ke tabudi@gmail.com, ntar saya balas dengan attachement kopi surat. Pekerjaan untuk students…ya umumnya..casual…cleaning, house-keeping,…pokoknya kayak gitu2 deh, yg orang lokal nggak mau kerjain. Kalo cuman berdua aja sih, uang beasiswa cukuplah, kalao suami bekerja malah bisa nabung tuh nantinya…cheers, triab
Matur nuwun, info2nya Pak Tri. suangat membantu
Saya tunggu contoh suratnya ya Pak. trims
Hallo Pak Tri,
Salam kenal.. nama saya Atmi,saya kebetulan dari Kopertis 3 Jakarta juga, saya mendapat beasiswa Dikti gelombang 6 utk alokasi tahun 2011. Jadi saya akan berangkat research term 2 tahun 2011 ini. Saya diterima di Curtin University.
Blog nya sangat mencerahkan, Pak. Boleh nggak saya menghubungi Pak Tri via japri. Banyak pertanyaan nih hehehe…Matur nuwun atas perhatiannya
Salam kenal juga Mbak Atmi. Selamat ya…your’e among the chosen people! Beasiswa DIKTI..emmm….so challenging but…hopefully rewarding as well! Silahkan kalau mau kontak-kontak, boleh email ke tabudi@gmail.com, n2612003@yahoo.com atau tbudiono@murdoch.edu.au. Boleh juga menjadi friend di facebook, my fb id: tabudi@gmail.com atau bisa di search Tri AB. More than happy to answer your questions…Salam (Tri)
OK, Pak… nanti saya add di FB atau saya email. Thanks a lot, Pak.
Salam,
ATMI
Assalamualaikum,
kebetulan google about perth and came across page ini.
seorang bakal pelajar master dari Malaysia ke UWA. masih belum mendpt tempat tinggal.
bolehkah pak tri recommend siapa2 yang mungkin mencari teman serumah berdekatan UWA. mencari kediaman bersama org muslim.
thank you pak tri.
Waalaikum salam shahnaz, I’ll forward your request to my malaysian friends, I’m sure they will help you…wassalam
i appreciate ur assistance pak tri.
ps: my semester insyaAllah commencing this august and i might arrive in perth mid july.
AssWrWb,
Pak Tri, insyaAllah tgl 4 Agustus 2011 saya dan suami akan berangkat ke Perth. Saya baru saja berhenti dari pekerjaan dosen saya di BSI karena akan mengikuti suami pindah ke Perth. Di sana suami sy dpt tawaran kerja sbg peneliti di UWA. Banyak sekali yg ingin saya tanyakan, jadi mungkin nanti sy japri sj ke alamat email Pak Tri dan nomer telpon-nya pun sdh sy catat. Oh, ya mungkin ada rekomendasi daerah tempat tinggal dekat UWA yang banyak orang Indonesia-nya atau minimal banyak muslim-nya, Pak? Banyak terima kasih sebelumnya.
Salam, Mutiara
Selamat Bu, wah..senang dan bangga dong ya…moga2 lancar pengurusan dokumen perjalanannya. Rekan2 Indonesia yang tinggal dekat UWA tidak banyak karena daerah UWA termasuk kawasan mahal. Jika menginginkan daerah yang banyak muslim, di Bentley (dekat Curtin). Silahkan, kalau ingin bertanya2 berbagai hal, selama saya tahu akan saya jawab dengan senang hati.
Alhamdulillah.. trima kasih, Pak. Sudah saya add di FB. Terima kasih info-nya, kami pelajari lagi.
Pak Tri, saya sangat senang dan berterima kasih atas informasi yang sangat rinci dan bermanfaat buat saya. Bulan Februari 2012 nanti saya akan kuliah program Master di ECU Perth. Semoga kita bisa bertemu disana ya Pak.
Kind Regards
Semoga bisa bertemu di Perth Mas Andri, dan good luck buat your study…
Terima kasih mas Tri, saya pasti akan mengujungi anda setibanya kami di Perth nanti. Salam
hi andri, saya di ecu juga. ambil major apa? salam kenal.
Kang Suhud, saya juga blog sneaker anda. Saya akan mengambil Master Digital Forensic di Mount Lawley. Mudah-mudahan kita bisa bertemu disana. Kind regards