jump to navigation

Mengaji Iqra di Perth November 3, 2009

Posted by Tri AB in Living.
add a comment

Sungguh senang bila kesempatan bagi anak-anak untuk bersekolah di Perth juga bisa diimbangi dengan kesempatan untuk menjaga kualitas pendidikan keagamaan yang telah mereka peroleh sebelumnya di Indonesia. Dan ternyata, di Perth hal ini tidak merupakan keinginan doang! Ada pengajian Iqra untuk anak-anak Indonesia setiap hari Minggu di Mushala Curtin University!

Sebelumnya saya memang sudah bersepakat dengan keluarga untuk tetap menjaga pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Apalagi anak-anak bersekolah di SD negeri, yang tidak ada pendidikan agama sama sekali. Pada awal-awal kedatangan di Perth tanggal 14 Oktober, saya sih sudah mendengar kabar-kabar jika ada pengajian untuk anak-anak. Hanya saja tempat dan waktunya belum tahu pasti. Dan sayangnya ketika ditanyakan ke teman-teman Murdoch, mereka juga tidak tahu pasti.

Kebetulan saya ikutan milis AIPPSA (Asosiasi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Perth). Dan melalui milis inilah, saya mendapat kejelasan kabar mengenai pengajian tersebut. Pengajian ini khusus membelajarkan IQRA untuk anak-anak, meskipun ada beberapa materi tambahan yang berguna untuk mengisi waktu sela sebelum anak-anak mendapat giliran membaca. TPA Qurrata A’yun, begitulah namanya dan bisa dikontak di email <tpa.qurrataayun@ gmail.com>.

TPA Qurrata A’yun bertempat di Mushola Curtin, di gedung (portable) 510, di dekat pintu masuk dari arah Manning Rd.

Mushala Curtin

TPA ini dikelola oleh teman-teman di Curtin dengan contact person Kak Ira (0401416643) atau Kak Vienna Alifa (0431813731). Pembimbingan belajar Iqra bagi anak-anak laki-laki di lakukan oleh Kak Taufiq, Kak Roy, Kak Herry dan Kak Anto. Kegiatan belajar di TPA Qurrata ‘Ayun diadakan pada pukul 10.00 pagi setiap hari Minggu bertempat di Musholla Curtin.

Mimbar Mushola

Sebelum memulai belajar, anak-anak dikumpulkan dalam satu kelompok untuk mendapatkan ceramah singkat. Kadang-kadang lucu juga mendengar respon anak-anak ketika ditanya. Misalnya saja minggu lalu, Kak Roy menanyakan kira-kira apa saja tindakan yang tidak boleh dilakukan di rumah? …hehehe…ada yang menjawab,”mengintip!”, kontan saja semua peserta dan orang tua pendamping tersenyum-senyum simpul.

Mengaji Berkelompok

Cara belajar iqra dengan pembimbingan perorangan secara bergiliran dan kelihatan informal. Wajar saja jika kakak-kakak pengasuh TPA menempuh cara demikian, mengingat hampir semua peserta memiliki level penguasaan iqra yang berbeda-beda.

Kelompok Afkar Naufal

Selamat berjuang di jalan Allah untuk kakak-kakak pengasuh TPA. Dan semoga kita dapat senantiasa membekali anak-anak kita dengan ilmu yang baik dan bermanfaat sehingga mereka dapat menjadi qurrata a’yun!

Ayo Afkar, jangan kalah dengan temen-temanmu yang sedang belajar Iqra dan Quran di sekolahmu terdahulu!

Halal Meat in Perth October 23, 2009

Posted by Tri AB in Living.
10 comments

Bagi rekan-rekan muslim, menjalani kehidupan di negara yang minoritas muslim seperti Australia akan menjadi tantangan tersendiri. Terutama di awal-awal kedatangan, pada saat kita belum banyak tahu informasi mengenai di mana dan bagaimana menjalani ibadah dan tuntutan hidup sebagai seorang muslim. Dalam hal ini, Islamic Association of Western Australia telah menerbitkan Muslim Guide to Western Australia, silahkan di download.

Diantara berbagai tantangan ibadah harian tadi, seperti sholat lima waktu, sholat jumat, makanan halal dsb, menemukan makanan halal menjadi hal yang cukup rumit. Meskipun di sini sudah ada lembaga pemberi sertifikasi halal seperti AFIC, namun karena kebutuhan halal food mungkin belum mencapai economic scale maka label halal sangat jarang ditemukan di supermarket-supermarket Australia semacam Coles, Woolworth dan IGA.

Perlu diketahui bahwa diantara 21.3 juta (sensus tahun 2007) penduduk Australia, hanya 2.1 juta diantaranya yang tinggal di WA dan diantara jumlah itu, 1.6 juta jiwa tinggal di Perth Metro. Dan, hanya 24 ribu atau 1.2% penduduk WA yang beragama Islam. Ini kira-kira sama dengan jumlah penduduk 3 kampung di Jakarta. Dapat dibayangkan berapa sih daya belinya…! So, it’s fair enough kalau makananan halal terasa jarang ada!

Untuk makanan yang berlabel halal selain meat, kita bisa mendapatkannya di supermarket oriental, seperti Yee Seng di Myaree atau Market City Gourmet Shop di Canning Vale. Itu adalah jenis makanan yang diimpor dari Indonesia, Singapura dan Malaysia. Khusus untuk meat, di Perth metro ada sekitar 13 butcher halal yang distribusi letaknya seperti peta berikut:

Perth Halal Bucther

Dari peta di atas, bisa ditebak bahwa kebanyakan komunitas muslim Perth bertempat tinggal di North Perth, seperti Mirabooka dan Dianella atau South East Perth, seperti Victoria Park dan Bentley. Daftar ke tiga belas halal butcher tersebut adalah:

  • Mecca Meats and Smallgoods
  • Med Halal Meat
  • Medya King Doner Products and Wholesalers
  • The Meat Giants
  • Thornlie Halal Meats
  • Bartter Enterprises Pty Ltd
  • Bentley Halal Meats and Smallgoods
  • Carousel Halal Meat and Smallgoods
  • Dianella Poultry
  • Ismail’s Halal Butcher
  • Langford Halal Butchers
  • Mas Meats
  • Altone Continental

Alamat dan letak di peta masing-masing butcher bisa di search di http://maps.google.com.au.

Untuk teman-teman yang tinggal di City of Melville, meliputi Bull Creek, Bateman, Murdoch, Kardinya, Winthrop, Wilagee, Brentwoog, Mt Pleasant, Ardross, Alfred Cove, Bicton dan Myaree, halal butcher yang paling dekat terletak di daerah Kardinya. Alamat lengkapnya di:

  • Mecca Meats and Smallgoods
    Unit 1, 16 Bowen Street
    Kardinya WA 6163
    Tel: +61 8 9314 2609

Jika di lihat di google maps:

Mecca Meat Map

Kami belanja produk halal meat di butcher ini setiap akhir pekan. Jika melihat perbandingan harga untuk produk yang sama dengan yang dijual di Coles, Woolies ataupun IGA, terasa agak mahalan, sekitar 20 cent sampai 1 dollar lebih mahal. Tetapi, tak apalah, yang penting halal.

Mecca Meat

Selamat berburu halal meat! It’s more yummy, satisfying and insyaallah blessing!

My Family Sedan Hyundai Sonata October 21, 2009

Posted by Tri AB in Living.
add a comment

Meskipun transportasi umum di Perth cukup modern, nyaman, aman dan menjangkau seluruh area Perth, namun repot juga kalau pergi ke mana-mana naik bus atau kereta. Dan bisa mahal juga!

Pada bulan-bulan oktober november, mungkin tidak ada kendala cuaca ketika kita naik angkutan umum. Tapi jika summer telah datang, suhu udara bisa mencapai 40 an derajat. Ditambah sengatan terik matahari, kasihan anak-anak jika mesti naik umum. Dan mengajak keluarga naik angutan umum juga ‘nggak umum’ deh di sini, karena hampir semua keluarga mempunyai mobil.

Juga biaya transport tidaklah murah, terutama jika tidak mendapatkan concession atau discounted fares. Untuk adult, naik angkutan umum sejauh satu zone dengan lama 2 jam akan dikenakan sekitar 2.4 AUD. Bayangkan jika ada 5 family members, sekali naik saja bisa habis 12 dollar. Nilai duit segini bisa dibelikan bensin 11 liter! Sebenarnya, Transperth, perusahaan yang menjalankan bus, kereta dan feri di Perth, telah mengakomodasi keperluan keluarga akan transportasi umum murah dengan menyerdiakan Family Ride rate, sebesar 8.8 dollar untuk up to 6 family members. Tetapi, tetap saja terasa mahal, karena jumlah uang segitu hanya untuk bepergian sekali (2 jam), sedangkan jika dibelikan bensin bisa untuk seminggu! So, bagi yang membawa keluarga, mobil menjadi salah satu kebutuhan utama. Otherwise, akan selalu pikir-pikir jika mau pergi atau jalan-jalan.

Di postingan sebelumnya (http://dikopertis3.wordpress.com/2009/09/29/cari-mobil-di-perth/), saya pernah naksir 4 macam mobil, yaitu Toyota Corolla, Holden Barina, Ford Festiva dan Mitsubishi Lancer. Nih mobil semuanya second loh,…karena anggaran sangat cepak! Tapi, setelah melihat review Hyundai, saya juga mulai tertarik untuk lihat-lihat. Sampai akhirnya, ada iklah Hyundai Sonata 2000 cc, seharga 2000 dollar. Mobil ini deh yang jadinya kebeli.

Sonata bertipe mid-size sedan, lumayan bongsor untuk my body size, tapi untuk berlima terasa masih lapang. Saya pilih warna putih karena warna ini sangat umum di Perth dengan harapan bisa membantu resale nantinya.

Tampak Depan Modern

Bodi Mid Size Sedan

Tampak Belakang

Kabin terasa lapang dan meter-meter di dashboard cukup lengkap.

Kabin Modern

Kursi Pengemudi Adjustable

Meter Lengkap

Dapur pacu berukuran 2000 cc, DOHC 16 valve, 4 cyllinder, multipoint injection, cukup bertenaga untuk berkendara berlima dengan AC menyala.

Mesin Bertenaga

Dan ruang bagasi cukup besar untuk mengangkut belanja mingguan atau bulanan.

 

 

Bagasi Luas

Di Australia, jika kita jual beli mobil maka Department of Transport (DOT) mewajibkan seller dan purchaser untuk mengisi form “Notification of Change of Ownership”, ada dua lembar: lembar green untuk seller dan pink untuk purchaser. Seller harus mengirimkan form yang telah terisi paling lambat seminggu setelah pembelian, dan purchaser punya 14 hari untuk mengembalikan form tersebut. Jika dilanggar atau telat, maka denda 100 dollar akan mengancam. Purchaser juga diwajibkan membayar licence dan transfer fee yang dihitung dari persentase harga jual mobil.

Vehicel Licence Duty Calculation

Kepemilikan mobil di Australia tidak diidentifikasi dari BPKP dan STNK kendaraan seperti di Indonesia. Yang jelas setiap mobil mempunyai plate number dan licence atau sering disebut dengan rego (vehicle registration). Bentuk rego cuman selembar stiker yang ditempel di kaca depan mobil. Rego ini dibayar per enam bulan atau per tahun.

Setelah kepemilikan mobil beralih, kita mesti memastikan bahwa mobil kita dilindungin asuransi. Ini sangat penting karena we never know! Kalau ada accident, dan kita menabrak mobil atau property orang lain, kita mesti membayar ganti rugi, yang jumlahnya bisa ribuan dollar…astaghfirullah. Umumnya, perusahaan asuransi mobil menyediakan tiga macam paket asuransi:

Full Cover – Provides cover for damage to the insured vehicle, and damage caused by the insured vehicle to other vehicles or property.

Third Party Fire & Theft – Provides cover for damage caused by the insured vehicle to other vehicles or property, and repair of the insured vehicle if it is stolen or damaged by fire.

Third Party Property Damage – Provides cover for damage caused by the insured vehicle to other vehicles or property, but does not include cover for your vehicle.

Untuk kendaraan secon kita yng sudah berumur, mestinya asuransi third party sudah mencukupi. Besarnay kira-kira 160an dollar per tahun:

Insurance Quote

Selain asuransi, ada baiknya kita mengikuti program Road Assistance yang juga ditawarkan oleh perusahaan penyedia asuransi. Program ini sangat penting di Perth karena in case mobil mengalami mogok di jalan, perusahaan akan mengirimkan mobil derek ke bengke terdekat. Besar iuran kira-kira 80 an dollar annually.

Road Assistance

Untuk maintenance atau service, di Perth banyak juga terdapat bengkel mobil, misalnya K Mart Auto Service and Tyre. Cuman, bedanya adalah tarif dan cara booking. Untuk memasukkan mobil ke bengkel, kita mesti bikin appointment atau booking terlebih dahulu. Dan, tarif servicenya terasa mahal! Sebagai contoh, di bengkel KMart, untuk basic service saja berharga 119 dollar! Itu cuman ganti oli, periksa accu dan radiator dan inspeksi kendaraan. Istilah engine tune up kalau di Indo sangat umum dan berharga murah, disini termasuk dalam kategori major service dan berharga sekitar 199 dollar.

Begitulah, di satu sisi memiliki mobil memang sebuah keperluan dan harganya terjangkau, tetapi perawatan kendaraan terasa sangat sangat mahal!

Anak-anak Mulai Bersekolah October 21, 2009

Posted by Tri AB in My Family.
2 comments

Senin, 19 Oktober 2009. Anak-anak, Afkar dan Affan, mulai bersekolah!

Bateman Primary School (PS) terletak sekitar 400 meter dari rumah tinggal, sehingga kalau terpaksa nggak ada yang bisa mengantar, anak-anak bisa jalan kaki atau naik skuter saja. Memang waktu mau ambil housing, salah satu pertimbangan saya adalah jarak antara rumah ke sekolah. So, it was by plan and I was lucky to get the current property.

Front of School

Bateman PS terdiri atas 3 bagian, yaitu unit Kindy, Pre-primary dan Primary.

Kindy dan Pre-primary

Bateman PS menyediakan banyak area bermain untuk student Kindy dan Pre-primary.

Play Areas

Play Ground

Di bagian Primary, ada beberapa blok ruangan, diantaranya ruangan kelas, ruangan assembly dan library.

Assembly Room Tampak Jauh

Library

Saking luasnya area Bateman PS bahkan mempunyai lapangan cricket dan (Australian) football.

Oval Field

Hari Senin pagi, anak-anak telah siap. Afkar, si sulung, dia anak pemberani, so no worries at all! Tapi, Affan, adiknya, jangankan di sini, di Indo saja dia selalu takut kalau menghadapi situasi baru. So, meskipun telah siap, tapi tetap saja harap-harap cemas, terutama mamanya, bener-bener stress deh…

Siap siap

Ayok Keluar

Naik Mobil aja kak

Ikut ngantar dong

Jam 8.45 kita sampai ke sekolah, dan langsung menuju ke ruang administrasi dulu. Ternyata di sana telah hadir Mrs. Noble, guru kelas Afkar dan Mrs. Herman, guru kelas Affan. Dan, alhamdulillah, Affan juga langsung mau diajak ke kelas! Plong…deh rasanya!

Selasa, tanggal 20 Oktober saya mencoba melihat di kelas mereka berdua agak lama. Sebenarnya ngapain sih anak-anak. Ternyata, belajar di Bateman PS terasa nyantai, nggak formal dan kaku kayak di Indo. Makanya, Afkar dan Affan bisa bercerita banyak setelah pulang ke rumah. Rupanya, mereka merasa jauh lebih gampang bersekolah di sini! Meskipun bahasa Inggris mereka dapat dikatakan zero nol besar, tetapi kata guru-gurunya, mereka menyimak.

Jadi, sebelum anak-anak memulai sekolah, kita ortu mesti siapin keperluan peralatan dan seragam sekolah. Lumayan juga sih kalau di kurs. Di Bateman PS, setiap anak mesti menyediakan 2 set seragam harian, 1 set baju olah raga dan topi. Untuk seragam, per anak kira-kira menghabiskan 150 an AUD. Selain itu, mereka juga diharuskan membawa peralatan tulis menulis yang telah ditentukan oleh sekolah. Kita tinggal mengambil form isian peralatan sekolah dan membawanya ke toko Woolridges di daerah Willeton. Per anak habis sekitar 100 an dollar. Wah, lumaya juga yah, satu anak butuh 2 jutaan untuk memulai sekolah! Tapi, dibandingkan dengan biaya sekolah di Indo, jumlah ini nggak ada apa-apanya, karena that’s all…that’s it…karena tuition fee gratis!

Melihat pelajaran yang diberikan juga tampak ‘lightweight’, jika dibandingkan dengan tingkat kesulitan pelajaran di Indo. Ini bisa dilihat dari jadwal sekolah berikut:

Primary School Schedule

Kelas 5 SD hanya belajar Math, English (Reading, Writing, Spelling), Music, Sport dan Art. Setiap hari ada kegiatan fitness untuk anak-anak selama 10-15 menit, sehingga mereka selalu merasa fresh dan santai. Di dalam kelas, setting tempat duduknya juga informal alias nggak resmi, dan kebanyakan berbentuk group layout. Bahkan kelas 5 dan 6 sering digabung untuk mata pelajaran Math. Setiap saat ada dua guru yang mengawai dan memberi instruksi. Tapi, mereka keliatan santai, karena sebenarnya anak-anak lebih fokus ke dirinya sendiri dan kelompoknya, …self exploration!

Untuk Pre-primary, contoh jadwal kegiatannya seperti berikut ini:

Pre Primary Schedule

So, mostly the activities are only reading story and playing. Tapi, yang tampak menonjol adalah kegiatan bersosialiasi diantara student sendiri. Mereka seperti belajar bersama setiap saat.

Satu hal yang saya amati adalah, di PS anak-anak mesti memanggil guru-gurunya dengan resmi, misalnya Mrs Anderson, Mrs Herman, Mrs Jansen, Mrs Noble, dsb dsb. Berlainan dengan di kampus, di mana kita mahasiswa panggil dosennya dengan nama depannya saja!

Jadi, begitulah anak-anak alhamdulillah telah melewati hari-hari pertama bersekolah di Bateman PS dengan lancar dan senang. Thanks god…!

Booking Tiket Garuda dari Jakarta October 21, 2009

Posted by Tri AB in Departure, Uncategorized.
add a comment

Sejak dulu, Garuda Indonesia (GA) ‘notoriously’ terkenal dengan sistem bookingan yang tidak rapi dan tidak akurat. Desas-desus sih bilang bahwa ‘…untuk memudahkan si X, si Y mendapatkan alokasi flight gratis…’, ‘…untuk memastikan pejabat pemerintah mendapatkan alokasi seat…’, dsb, dsb. Yang paling sering terlihat sih, dibilang penuh, padahal sewaktu on board..eh…lah, koq kosong begini…asik2, bisa tidur selonjor kaki…hehehe.

Bagi teman-teman Dikti yang akan berangkat untuk pertama kali, urusan tiket flight tidak menjadi masalah, tinggal angkat telpon atau email ke agen tiket yang telah ditunjuk Dikti. Tetapi, bagi mereka yang mau berangkat bersama keluarga atau bolak-balik JKT-PRTH dengan tiket yang di arrange sendiri, urusan booking tiket bisa sedikit pelik! Intinya kan, gimana bisa dapat tiket murah tapi flight yang bagus…hehehe.

Beberapa maskapai melayani rute JKT-PRTH, semisal GA, MAS, JetStar, dan SQ. Tapi pasti semua sudah tahu bahwa GA lah yang bisa memberikan dua hal sekaligus: harga murah + flight bagus. Sebenarnya mengenai masalah harga, JetStar bisa di adu dengan GA. MAS bisa juga bersaing dengan GA asalkan mendapat tiket promosi. Kalau SQ, sudah pasti di atas ketiganya. Tapi, kalau diantara ke empat maskapai tersebut, kita sama-sama mendapatkan tiket promosi, sudah hampir pasti GA nomor satu termurah! Ditambah dengan service dan kualitas penerbangan, GA semestinya menjadi pilihan pertama untuk terbang ke PRTH. Cobalah kita bandingkan dari segi seat layout saja, kalau kita naik JetStar, kita merasa kayak menjadi sate udang! Super sempit sekali! Terus terang, I felt so stressful in the JetStar flight! GA juga menyediakan entertainment unit untuk setiap penumpang, berupa monitor 8 inchi didepan setiap kursi penumpang. Kita bisa lihat film, main game, denger musik, dsb dsb. Mana ada yang kayak begituan di JetStar! Apalagi kalau melihat kualitas service, wow…GA jauh jauh lebih superior. Penerbangan pagi GA dari JKT-PRTH ditemani dengan breakfast yang cukup lezat dan mengenyangkan. Lumayan lah, supaya nggak masuk angin. Lunch juga disediakan pada waktunya. Di JetStar….kita mesti bayar lagi! Pokoknya, nice, friendly, full service, bersih, lapang, …dan masih bisa baca KOMPAS! hehehe…

So, waktu acara menjemput keluarga awal bulan ini, saya sudah memutuskan untuk pakai GA dari awal. The problem? How to get cheap ticket? Semua pasti sudah tahu kalau ticketing GA bisa di akses dari tiga channel, yaitu By Phone, datang ke Kantor GA atau lewat agen tiket GA (biasanya tour and travel company). Mungkin ada yang berpikir, booking melalui telpon akan lebih murah. No..no, it’s not always the case! Lagipula, booking tiket flight GA internasional akhirnya akan berujung dengan datang  ke kantor untuk bayar!

Ada satu secret yang orang biasanya salah asumsi, yaitu since booking by phone incurred no additional cost for middle-man, mestinya lebih murah. Ternyata, tidak juga! Memang benar bahwa by phone booking tidak perlu melalui perantara, tetapi ternyata CSO (Customer Service Officer) yang kita kontak biasanya menawarkan harga normal! Apalagi kalau bookingnya dekat-dekat dengan keberangkatan. Nah, dalam situasi seperti ini, tidak ada salahnya jika kita juga coba mengontak agen tiket. Siapa tahu, tiket promosi yang mereka pegang belum ada yang ambil!

Jadi, supaya mendapatkan tiket flight yang murah di GA, pastikam untuk mendapatkan tiket promosi. Sebagai contoh, karena family members saya ada 5 orang, 2 adult and 3 childred, maka mau nggak mau mesti booking 5 tiket. Waktu itu, karena saya hanya mengandalkan duit beasiswa Dikti, saya baru berani booking tiket 2 hari sebelum keberangkatan. Sewaktu telpon ke GA Call Center, saya mendapatkan harga: 288  USD untuk adult dan 282 USD untuk children. Saya pikir harga segitu sudah murah, dan sudah hampir saya bayar. Tapi, iseng-iseng saya hubungi agen tiket, dan wow…surprisingly, I got cheaper offer! 218 USD untuk adult dan 188 USD untuk children. Jadi, berlima cuman bayar 10 juta! Untuk student Dikti, ini harga yang sangat-sangat menarik dong…! Selain itu, kalau booking per telpon ke GA Call Center, kita juga mesti kasih alasan kenapa koq ambil one way saja. Terus, juga diminta bukti study sewaktu akan bayar ke kantor GA. Wah…orang mau bayar kasih duit koq dipersulit!

Kesimpulannya adalah pastikan mendapat tiket promo, dan booking lewat agen kadang-kadang malah lebih baik daripada ke Call Center GA!

Aktivasi Optus Pre-paid: By Phone or By Internet? October 20, 2009

Posted by Tri AB in Living.
add a comment

Setelah mengalami menggunakan Vodafone (VF) selama 2 bulan terakhir, terasa bahwa VF tidak cocok untuk saya. Pertama karena kebanyakan teman-teman Indonesia adalah Optus users, dan kedua karena tarif voice, sms, dan data VF lebih mahal daripada Optus. Secara alamiah, pastilah kita lebih banyak call teman-teman Indo daripada bule atau lainnya, dan dengan memilih Optus, kita banyak diuntungkan. Selain tarif voice, sms dan data lebih murah daripada VF, panggilan antar sesama pengguna Optus juga free airtime.

Meskipun aktivasi Optus pre-paid sangatlah mudah, bisa by phone atau online, namun pengalaman saya waktu melakukan aktivasi mungkin bisa menjadi pelajaran kecil tapi menarik. Sebelumnya saya sudah lihat sedikit fakta mengenai range nomor-nomor mobile di Aussie. Mobile phone numbers di sini dimulai dengan angka 04, diikuti oleh delapan angka lainnya. e.g. 04yy yxx xxx. Dengan melihat prefix 04yy, kita bisa menebak provider yang digunakan oleh nomor tersebut, misalnya:

  • 04y[123] = Optus,  e.g. 0401, 0431
  • 04y[456] = Voda, e.g. 0404, 0434
  • 04y[0789] = Telstra, e.g. 0400, 0430

Dengan kemungkinan kombinasi yang cukup banyak dan keinginan untuk mendapatkan nomor ‘cantik’, saya mencoba kedua cara aktivasi tersebut, yaitu by phone dan by internet. Sebelumnya saya telah menduga bahwa by phone kemungkinan besar akan menghasilkan nomor yang lebih mudah diingat, karena ada intervensi manusia pada saat generasi nomor.

Ketika melakukan aktivasi online lewat http://www.optus.com.au/activate, kita akan diminta data nama lengkap, date of birth dan alamat rumah. Selain itu, tentu saja juga mesti memasukkan kode digit Sim Card yang tertera di halaman terakhir buku petunjuk aktivasi yang tersedia dalam paket pembelian Sim Card. Setelah itu, sistem komputer Optus akan memberikan (to generate) nomor mobile, yang saya duga digenerate secara acak.

Untuk melakukan aktivasi by phone, kita mesti menghubungi 1300555002, dan seterusnya tinggal kita ikuti petunjuk aktivasi yang dipandu oleh CSO (Customer Service Officer). Data yang diminta adalah sama persis dengan aktivasi online, tetapi karena ada CSO, nomor yang digenerate nampaknya bisa dipilihkan untuk kita. Bahkan, sewaktu berbicara dengan CSO Optus, dia bilang bahwa nomor yang diberikan telah dia pilih yang ‘cantik’ untuk kita. Sebagai contoh:

  • Aktivasi melalui phone: 0401 606 663
  • Aktivasi online: 0431 179 462, 0431 671 286

Mungkin 3 contoh di atas tidak cukup untuk mengeneralized bahwa pola digit yang diberikan oleh CSO lebih baik daripada pola  digit yang digenerate of sistem komputer Optus secara online. Tetapi, anyway mobile number kita toh digenerate oleh komputer secara acak. Hanya saja, dengan melalui phone, karena ada intervensi CSO, pola yang dihasilkan terlihat lebih baik. Saya menduga bahwa, CSO tersebut benar-benar telah memilihkan pola angka yang dia anggap bagus diantara pola-pola angka yang digenerate oleh sistem komputer optus. Sedangkan, jika tidak melalui CSO, komputer mungkin hanya secara acak memilih nomor yang belum terpakai!

Jika membandingkan paket pembelian Sim Card Optus dengan VF, saya kira VF lebih baik karena nomor mobile telah tercantum di paket tersebut dan bisa dilihat oleh calon pembeli. Paket pembelian Sim Card Optus hanya menyertakan nomor Sim Card. Bahkan nomor ini pun tidak terlihat sampai setelah kita membuka segel paket. Membeli nomor Optus terasa seperti membeli kucing di dalam karung!

Jadi, dari pengalaman pembelian dan aktivasi satu Sim Card VF dan tiga Sim Card Optus, terlihat untung ruginya, yaitu:

  • Paket pembelian Sim Card VF lebih baik dari pada Optus, karena nomor mobile VF telah tercantum di paket tersebut, tidak seperti Optus yang hanya mencantumkan Sim Card number. Itu pun harus dilihat di dalam buku petunjuk aktivasi Optus Pre-paid Mobile dengan membuka segel paket terlebih dahulu.
  • Aktivasi Optus pre-paid melalui Phone, kemungkinan besar lebih memberikan pola nomor mobile yang ‘cantik’ daripada aktivasi secara online.

Jika kesimpulan di atas tidak benar, please sorry me, karena dasarnya cuma dari aktivasi 4 nomor mobile. I think, I would suggest that if you plan to be an Optus user or switch to Optus, please activate your new Sim Card BY PHONE! and I’m more than happy if somebody can tell me different things about Optus and VF activation…

Perkiraan keperluan dana cadangan October 11, 2009

Posted by Tri AB in Departure.
add a comment

Dengan model jadwal pencarian dana beasiswa Dikti per semester, yaitu Februari dan Agustus, ditambah dengan faktor delay karena mengikuti jadwal APBN plus faktor bikrokrasi, maka penyediaan dana cadangan menjadi wajib hukumnya. Kecuali kalau kita mau mengambil resiko untuk terlunta-lunta di negeri orang!

Pasti semua sudah mahfum, bahwa dana beasiswa Dikti dianggarkan melalui APBN, dan APBN mempunyai jadwal pencairan tertentu. Sebenarnya secara definitif setiap bulan Februari dan Agustus, dana anggaran APBN bisa dicairkan. Tetapi, kenyataannya karena mesin birokrasi yang mengelola dana beasiswa ini cukup panjang, mulai dari Depkeu, Dikti, Kopertis dan Universitas, maka delay pasti terjadi! Kelambatan pembayarannya bisa 2 sampai 3 bulan.

Bisa saja kita meminta dana talangan dari perguruan tinggi asal, tetapi banyak PT yang tidak mampu memberikan dana ini. Di sisi lain, kita telah mempunyai schedule definitif untuk memulai studi. Terutama teman-teman yang masih diwajibkan mengambil course prasyarat, jadwal perkuliahan tidak mungkin ditunda-tunda.  Juga, jeda waktu antar jadwal pembayaran beasiswa bisa berlangsung 2-3 bulan. So, nampaknya dana cadangan pribadi sangat-sangat dianjurkan untuk disiapkan.

Pertanyaannya adalah kira-kira berapa besar RP yang mesti kita anggarkan dari kocek pribadi? Dalam hal ini, saya kesampingkan faktor tuition fee, mengingat jumlahnya yang sangat besar dan sebenarnya telah teratasi dengan Surat Garansi Beasiswa Dikti. Dan juga, faktor jumlah anggota keluarga yang bergabung akan menjadi penentu. Untuk mudahnya saya ambil contoh my own case, dengan 5 family members, dan kita ambil periode 3 bulan sebagai basis waktu. Asumsi lain adalah kita punya mobil untuk membawa keluarga.

Komponen yang kita hitung adalah sebagai berikut:

  • House rent = 270 pw atau 1120 pm dikalikan 3 = 3360
  • Transport  = bensin 10 lt pw atau 20 pw atau 80 pm dikalikan 3 = 240
  • Food = 200 pw atau 800 pm dikali 3 = 2400
  • Talangan OSHC family rate = 730 per year
  • Tagihan listrik, telp, internet = 60 + 40 + 40 = 140 pm dikalikan 3 = 420
  • Entertainment = 50 pm dikalikan 3 = 150

Total sekitar 7300 AUD atau dengan kurs 8600 menjadi sekitar RP 62.780.000. Jadi, range aman sekitar 70-80 juta rupiah mesti kita siapkan sebagai dana cadangan, in case pencairan dana Dikti terlambat 3 bulan (sudah pasti!).

Documents to carry: The Good, The Bad and The Ugly October 11, 2009

Posted by Tri AB in Departure.
add a comment

Writings mean something! Meskipun kadang-kadang apa yang dituliskan tidak sama dengan apa yang dimaksud alias formalitas, banyak dokumen yang bisa membantu memudahkan hidup kita di Perth. Sebaliknya ada dokumen-dokumen yang disarankan di bawa padahal tidak ada gunanya. So, let’s be picky in carrying documents, soalnya ngeri juga kalau bawa dokumen penting jika akhirnya bisa hilang!

First thing first, karena kita adalah mahasiswa atas beasiswa Dikti, maka dokumen yang pertama wajib dibawa adalah Surat Garansi Beasiswa. Bagi yang mengurus surat ini di awal-awal, didalamnya hanya ada pernyataan scholarship component “at cost”, tetapi jika mendapatkan surat tersebut agak belakangan, maka di dalamnya dinyatakan besaran biaya setiap komponen. Surat in bisa diminta di bagian keuangan Dikti dengan Bu Istri Hidayati.

Dikti Scholarship Guarantee letter

Saya merasakan dua manfaat surat ini yang sangat-sangat membantu, yaitu untuk melancarkan application for admission dan mendapatkan housing. Setelah kita kirim aplikasi ke universitas idaman dan disetujui, kita akan dikirim Letter of Offer atau Acceptance Letter. Di dalam surat ini biasanya dicantumkan besarnya tuition fee dan health insurance per tahun, dan deadline pembayarannya. Tanpa di bayar, tidak mungkin COE (Confirmation of Enrollment) akan di terbitkan oleh universitas tersebut. Dan tanpa COE, tidak mungkin kita mengurus visa student! Nah, disinilah peran penting Letter of Scholarship Guarantee berjalan. Kita tinggal mengirimkan surat ini ke universitas yang bersangkutan dan melihat isinya, pasti mereka mau menerbitkan COE.

Second thing second, setelah mendapatkan COE dan visa mestinya kita segera berangkat. Ada masalah baru yang jelas akan menghadang kita segera setelah tiba di negara tujuan. HOUSING! Kita pasti memerlukan tempat tinggal selama masa studi 3-4 tahun. Apalagi kalau kita akan membawa keluarga, housing jadi issue yang tidak mudah, soalnya anak istri akan bergabung. Kebetulan saya ambil studi dan tinggal di Perth, jadi saya ambil contoh housing di Perth. Di sini, untuk mendapatkan housing, entah berupa unit flat, apartemen, atau rumah, kita mesti berhubungan dengan property agent. Waktu kita submit aplikasi renting, mereka akan meminta bukti keuangan. Nah, disini peran surat terpenting kedua terlihat nyata, kecuali kalau kita memang mempunyai sumber finansial pribadi yang kuat atau berkelanjutan, bisa kita tunjukkan slip gaji misalnya. Whah…, nggak mungkin kan, status saya saja unpaid leave. Kita bisa meminta universitas tempat kita bekerja untuk menerbitkan surat dukungan finansial untuk keluarga, baik untuk formalitas ataupun sukur-sukur beneran. Surat ini terbukti sangat sakti waktu saya pakai untuk apply housing, tentu saja ditambah dengan Surat Garansi Beasiswa dari Dikti, …tidak sampai 2 jam setelah saya lodge aplikasinya, saya sudah mendapatkan approval notice! Property Agent mana yang tidak convinced melihat bukti support finansial kita yang meyakinkan. Sampai-sampai pada saat tanda tangan kontrak dan ketemu dengan agen ybs, dia bilang “ok, so you’re supported by your government and your family are sponsored b your company..blah..blah…blah…”

 

Oh ya, pada saat kita berangkat, tanpa menunjukkan bukti NPWP, kita akan terkena fiscal fee sebesar 2.5 juta. Ini menjadi dokumen ketiga yang terpenting yang mesti kita bawa.

Dokumen berikutnya adalah SIM (Surat Ijin Mengemudi). Dalam tulisan terdahulu, saya sudah membahas secara rinci mengenai keberlakukan SIM Indonesia di Perth. Intinya adalah, sebagai temporary resident, kita boleh menggunakan SIM kita untuk membawa kendaraaan di Perth dengan ketentuan telah mendapatkan terjemahan dari Konsulat Republik Indonesia di Perth. Ini menjadi dokumen keempat yang terpenting kita bawa.

Ada satu dokumen yang pada saat pembekalan Dikti sangat-sangat dianjurkan untuk di bawa yaitu Surat Ijin dari Setneg.

Ijin Setneg

Surat ini, ternyata tidak kita perlukan sama sekali! Paling tidak untuk saat ini. Kegunaannya lebih ke arah dokumen pendukung untuk pengurusan persamaan ijasah S3 selepas selesai studi nantinya.

Jadi, kesimpulannya adalah hanya ada 2 dokumen yang terbilang sangat-sangat memudahkan urusan kita di LN, yaitu Scholarship Guarantee Letter dan Dependent Financial Support Letter. Adapun NPWP dan SIM juga wajib dibawa, tetapi kalau tidak adapun urusan studi dan living overseas masih bisa berjalan. Sedangkan Surat Ijin Setneg tidak perlu dibawa, karena tidak diperlukan sekarang. Apalagi dokumen-dokumen lain semacam ijasah, KTP dll…lebih baik disimpan aman diIndonesia!

My Subjective Review on Valencia C6625 October 11, 2009

Posted by Tri AB in My Gadget.
7 comments

Semenjak punya Samsung C6625 atau Valencia nama kerennya,  I call her “My Valen”, saya ingin memberikan penilaian subjective saya mengenai HP kesayangan itu. Nih HP pertama kali nongol di KOMPAS tanggal 16 Juni 2009, meskipun sejumlah majalah HP sudah memberikan review beberapa bulan sebelumnya. Sebenarnya Valencia sudah di rilis sekitar bulan Februari 2009 oleh Vodafone di UK.

Saya tidak ingin bicara spesifikasi teknis atau mengklaim sebagai review profesional, ini hanya pengalaman pribadi setelah menggunakan my valen selama 2 bulan ini. Waktu itu, minggu pertama Agustus 2009, setelah membaca reviewnya di majalah dan situs web, saya langsung jatuh cinta dengan HP ini, benar-benar pada pandangan pertama! Tapi saya juga sudah memaklumi betapa akan lelet-nya si Windows Mobile (WinMob) yang menghidupi HP ini. Apalagi melihat spek processornya cuman punya speed 380-an MHZ, meskipun ARM. Nih Windows Mobile memang terkenal resources intensive, tapi menarik juga soalnya nggak pernah pakai WinMob sebelumnya. Yang membuat sangat menarik terutama price to performance, HP cuman 2.4 jt tapi sudah lumayan advanced, plus sleek appearance. Jadi waktu ambil HP ini nggak pake pikir 2 kali, cari yang warna hitam perak supaya kelihatan sleek banget.

Sebenarnya dengan form factor mirip BB, banyak teman yang nanya, kenapa nggak sekalian BB? Nah, kalau ada pertanyaam semacam ini, alih-alih kasih jawaban yang teknis komparatif, saya biasanya bersikap subjective. Meskipun tahu kalau keunggulan BB sangat banyak dan punya prestise tersendiri, untuk urusan teknologi saya tuh anti mainstream alias anti kemapanan. Saya lebih senang kalau bisa pakai teknologi atau produk yang orang lain jarang mau memakai, tapi juga nggak mau ketinggalan! “alternative state of the art” gitu deh kira-kira ungkapan kerennya.

Paket bawaan dikasih charger dan handsfree. Tapi setelah nyoba Windows Media Player (WMP), music player bawaan valen, dan terasa bagus suaranya maka saya belikan saja jack 3.5″, supaya bisa output ke active speaker.

Valen and the friend

Tampilannya sleek, ringan tapi agak lebar di tangan, meskipun bahan dari plastik tapi nggak terkesan murahan, user interfacenya cukup keren. Si cantik valencia gitu deh pokoknya!

Close up and personal

 Valencia di otaki oleh Windows Mobile 6.1 standard, yang berarti berarti interfacenya bukan touch screen. Lumayan lemot dan mesti sedikit sabaran kalau pindah-pindah aplikasi. Dan masih ada beberapa error yang nongol kalau aplikasinya gagal berjalan. Yang paling sering saya alami terjadi pada saat main game yang lumayan berat, atau browsing. Seperti tipikal Windows for PC, soal kompatibilitas aplikasi juga terbatas. Tidak banyak aplikasi freeware yang tersedia dan kompatibel. Apalagi, HP ini tergolong baru di rilis di pasar. Nampaknya temen-temen developer indie sudah alergi mendengar WinMob! Beda dengan smart phone Symbian. Aplikasi apa saja ada for free! Sebenarnya sih user interface boleh juga. Terutama theme Samsung Wizpro, yang membuat tampilan bener-bener mirip Windows, menu disebelah kiri, sub menu di kanan dan tombol Start di kiri bawah. Akses ke menu-menu juga mudah dilakukan dan praktis, tetapi …lagi-lagi agak lemot.

Winmob 6.1 Wizpro Theme

Theme Samsung Wizpro memasang 5 link untuk memudahkan akses aplikasi, yaitu Home, Contacts, Musics, Photo dan Shortcut.

Wizpro Main Interface

Selain lewat shortcut, aplikasi juga bisa di akses dari Start button.

Application Launcher

Untuk membuka contact, kita bisa gunakan aplikasi Phone Book atau Contact. Perbedaannya terletak pada tampilan dan fasilitas search. Tampilan Phone Book detail terlihat lebih menarik dari pada Contact, tetapi fasilitas Search di Contact jauh lebih powerful daripada Search di Phone Book. Jika Search di Phone Book hanya bisa menerima huruf awal, Search di Contact benar-benar membedakan string yang kita ketikkan.

Contact vs Phone Book

Misalnya, kita mau Search “Monica”, maka kita tinggal ketikkan “m” maka semua contact yang berawalan dengan “m” akan muncul, diikuti dengan “o” untuk filter berikutnya, dan jika di dalam kontak kita hanya ada “Monica” maka dengan mengetikkan “n” berikutnya akan di tampilkan “Monica”. Kecuali jika di dalam kontak kita juga ada “Monica”, “Moniq”, “Monika”, maka kita perlu menambahkan filter berikutnya.

Detailed Contact Search

Music Player bawaan Valencia adalah Window Media Player (WMP). Tidak seperti sekondannya yang menghuni Windows PC, kualitas output audio Windows Mobile WMP terdengar lebih bagus. Makanya saya nggak ragu-ragu modalin untuk beli third party 3.5″ jack, sehingga bisa pake speaker aktif yang lebih nendang suaranya. Interface WMP bisa diakses dari layar Home maupun langsung dari aplikasi WMP. Untuk mengeset level lagu favorit, dari aplikasi WMP tinggal kita tekan tanda bintang (*).

WMP Interface

Pengaturan profil suara atau Equaliser tidak melalui WMP melainkan dari menu Setting, Sound dan DNSe.

DNSe

Cuman sayangnya, cover album hanya bisa dikenali oleh interface WMP jika file musik berupa MP3. Bahkan, untuk file MP3 pun jika hanya dikopikan (lewat Windows Explorer) ke memory HP, belum tentu WMP mau menampilkan gambar cover album. Mesti di kopikan melalui fasilitas Synchronization WMP di Windows PC. Aneh tapi nyata! Selain itu, kalau kita susun album MP3 sendiri dengan mencampur lagu dari album yang berbeda-beda (Compilation Album), meskipun sudah kita edit MP3 ID tag dengan memberikan nama sama untuk album name, tetapi saja WMP tidak mau mengenali kumpulan lagu MP3 tersebut sebagai satu album. Lagi-lagi aneh bin ajaib! Akibatnya, jika kita ingin membuat kompilasi album MP3 sendiri, “album artis” mesti kita set sebagai “various artis”, baru kemudian “contributing artis” kita masukkan nama masing-masing artis!

WMP Album Library

Sesuai dengan promosi Samsung bahwa HP ini termasuk kelas “connected”, tersedia banyak jalur komunikasi data sehingga kita bisa menggunakan email dan internet dengan mudah. HP ini bisa digunakan sebagai modem tanpa memerlukan setting yang ribet. Bagi penggila Facebook, malah sudah ada aplikasi Facebook bawaan.

Get Connected

Bagi yang suka ngopre-ngoprek, bisa mulai bermain dari interface theme. Kalau nggak suka dengan theme bawaan, kita bisa merubah-rubah theme ini semau kita karena sebenarnya tampilan theme dikontrol dari file XML yang terletak di folder application data, home. File ini, misalnya Wizpro.home.xml, tinggal di kopikan ke PC, kemudian di edit seperlunya, diberi nama yang spesifik dan dikopikan balik ke HP.

Tweak Theme

Wizpro.home.xml

Jika mulai penasaran untuk tweaking it like beckham, ada tuh kaskus valencia lounge, http://www.kaskus.us/showpost.php?p=101290221&postcount=2, yang memuat apa saja tentang Samsung C6625, your beloved Valencia. Check it out!

Secara keseluruhan, saya yakin bahwa rata-rata pemilik HP ini punya sikap sayang terhadap HPnya. Meskipun agak lemot, tapi mesti berdamai dan agak sabaran…Peace and Love! Kalau nggak, pasti bisa pindah ke lain hati. So, I’m sure HP kayak gini pasti bertahan lama di tangan pemiliknya, simply because they want her and they love her!

DIKTI yang baik hati October 8, 2009

Posted by Tri AB in Dikti.
add a comment

Kesan pertama,….emmm…tidak begitu menggoda! Itulah komentar yang umumnya kita dengar dari teman-teman yang telah mendengar kabar adanya program beasiswa LN Dikti. Apalagi jika sebelumnya pernah mendapatkan beasiswa dari pemerintah atau institusi asing semacam ADS, DAAD, Fullbright, Mombusho dsb. Setelah mengetahui besaran dana yang akan diberikan pasti …tersenyum kecut! Bahkan, banyak penerima beasiswa yang mengundurkan diri karena alasan tersebut, terutama yang mempunyai tanggungan keluarga.

Kesan saya tidaklah terlalu jauh dari gambaran di atas. Coba ya, kalau dihitung di atas kertas pun, angka-angkanya sudah berbicara dengan gamblang! Dengan living allowance 1500 AUD di Perth, dan harga sewa rumah yang sekitar 300an AUD pw atau 1200an AUD pm, apakah mungkin keluarga dengan 3 anak bisa hidup berkecukupan? Memang ini kenyataan yang tidak pada tempatnya, karena stipend beasiswa Dikti kan disetting untuk single rate. Keluarga tuh urusan masing-masing personal! Tetapi, kenyataan juga seringkali memaksa si penerima beasiswa untuk membawa keluarganya ke LN. Bayangkan jika punya 3 anak masih kecil ditinggal selama 3-4 tahun dengan status si penerima beasiswa adalah unpaid leave. Punya dua dapur pasti lebih boros. Punya anak-anak ditinggal jauh pasti mengurangi konsentrasi studi.

Well, tapi bukankah tidak ada pencapaian tanpa pengorbanan? Memang ada nggak sih program beasiswa yang membuat penerimanya kaya raya? Mana ada tugas untuk studi terasa sebagai long vacation? So, realistis saja mendapatkan beasiswa tugas belajar tuh disamping terasa sebagai anugerah (ada yang excited nggak nih..?), pasti juga ada sisi ‘a feeling of burden’. Apalagi yang punya tanggungan keluarga…macam-macamlah yang dipikir! Jadi, kalau sedikit direnungkan seharusnya mendapatkan beasiwa apa saja dan dari sumber mana saja, kira-kira sama situasinya.

Nih pikiran kayak gini jadi bikin optimis dengan beasiswa Dikti. Apalagi Prof Muchlas Samani tuh pribadi yang luwes, legowo, pengertian dan solider! Waktu beliau memberikan pembekalan bahwa program beasiswa LN Dikti ini merupakan salah satu grand design untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, penjelasannya sangat realistis dan achievable. Jika sampai 5 tahun ke depan ada 1000 student per tahun yang diberangkatkan, berarti mulai tahun 2010 akan ada sekitar 1000 publikasi ilmiah internasional yang ditulis oleh mahasiwa tersebut. Dengan sendirinya, citation index perguruan tinggi kita akan naik tajam. Makanya, salah satu surat edaran Dikti mewajibkan penerima beasiswa untuk mencantumkan PT asal dalam semua tulisan karya ilmiahnya. Ini baru satu tangible benefit yang langsung kelihatan!

Tergerak juga dong melihat bos kita berpikiran besar dan jauh ke depan! Apalagi Prof Muchlas dan timnya telah berjuang mati-matian berdarah-darah untuk mendapatkan persetujuan DPR untuk mendanai program ini. “Coba bayangkan, biaya yang dikasihkan untuk satu orang saja, bisa digunakan untuk memberi BLT ribuan orang. Memangnya mereka siapa dan punya hak istimewa apa?”. “Trus, nasib program pasca sarjana di PT dalam negeri mau dikemanakan kalau bakat-bakat terbaik dikirim semua ke LN? Sudah dapat intake mahasiwa kelas dua, besar dana yang mampu mereka bayarkan pun kelas dua? Memangnya PT LN pasti lebih baik daripada PT dalam negeri?” Itulah sebagian cas-cis-cus nyet-nyet grim-grom yang keluar di dewan dan PT dalam negeri. Jadi, dari segi penyelenggara beasiswa, keberhasilan menjalankannya saja sudah TOP BGT!

Dilapangan, pastilah banyak keluh kesah, terutama yang menyangkut soal dana! Bukan hanya yang terdengar secara informal antar obrolan teman, tetapi bahkan dalam forum resmi semacam acara tatap muka dengan Prof Muchlas tgl 3 Sep 2009 di Curtin lalu pun, soal dana mendominasi sesi tanya jawab. Intinya, besaran dana living cost kurang mencukupi atau terjadi ketidakberesan dalam transfer penerimaan!

Kalau di pikir sedikit saja, memang terasa benar apa yang dikatakan Prof Muchlas bahwa semua pihak yang terkait dalam penyelenggaran program beasiswa LN Dikti ini baru belajar! Dan upaya perbaikannya juga terasa ‘ngefek’ koq! Sebagai contoh nih, my contract. Hasil rekap dari data aktual acceptance letter dan plafon pendanaan dikti menunjukkan komponen berikut ini:

  • Living cost: AUD 7500 untuk Agustus-Desember 2009 atau AUD 1500 per bulan
  • Tuition fee: AUD 10.125 per semester
  • OSHC: AUD 380 per tahun
  • Settlement cost: AUD 1500
  • Registration fee: AUD 50
  • Book allowance: AUD 300

Kalau di lihat angka-angka di kontrak saya, semua komponen tersebut sudah ditambahkan 15% untuk komponen pajak, jadi:

  •  Living cost: AUD 8824 untuk Agustus-Desember 2009 atau AUD 1764 per bulan
  • Tuition fee: AUD 11.913 per semester
  • OSHC: AUD 447 per tahun
  • Settlement cost: AUD 1764
  • Registration fee: AUD 58
  • Book allowance: AUD 352

Jadi, apa yang dinyatakan Prof Muchlas bahwa mulai tahun 2009, besaran dana yang diterima student adalah bebas pajak benar-benar betul!

Dan sewaktu membaca kontrak Dikti dengan Kopertis, aturan dan petunjuk pelaksanaan pengelolaan dana beasiswa terlihat sangat-sangat detil dan mengikat. Loop hole untuk terjadinya penyelewangan atau ketidakberesan menurut saya menjadi sangat-sangat kecil! Prof Muchlas bilang “semua aturan pelaksanaan kan sudah ada koridornya, …kita dan teman-teman pasti nggak berani macam-macamlah, karena gedung bundar bisa-bisa sudah menanti! Tapi kalau memang ada kasus ketidakberesan, ya..namanya juga manusia…”

Menurut saya, kita mesti angkat jempol untuk tim penyelanggara beasiswa Dikti, mulai dari Prof Muchlas Samani, Bu Istri Hidayati, Pak Purwanto dsb! Dari segi pengolahan data saja, dengan peserta sekitar 1000an, bukanlah pekerjaan ringan untuk menyiapkan rekap data yang teliti. Kesalahan titik koma saja bisa menyebabkan peserta beasiswa tidak bisa makan 1 atau 2 bulan di LN! Dan, kalau saya lihat angka-angka yang tertera dalam kontrak saya, sangat tepat 100% tidak ada salahnya! Juga, ucapan terimakasih mesti kita layangkan kepada tim Kopertis 3, khususnya Pak Wibowo dan Bu Entin yang karena program ini mempunyai beban pekerjaan tambahan untuk memastikan peserta dari Kopertis 3 berjalan lancar.

Jadi, kalau melihat kenyataan seperti ini, tidak seharusnya peserta program beasiswa Dikti berkecil hati, atau merasa lebih ‘kurang’ daripada peserta beasiswa lain seperti ADS! Toh, kita semua sama-sama sedang menempuh ‘ujian’ supaya lebih kuat dalam membangun bangsa di masa datang….ceile…!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.